gambar-bab-43.jpgLifecycle Asset Management berarti mempertimbangkan semua pilihan dan strategi manajemen sebagai bagian dari aset masa pakai (lifecycle), dari perencanaan sampai disposal. Tujuan adalah untuk mencari biaya terendah dalam jangka panjang (bukan penghematan dalam jangka pendek) ketika membuat keputusan dalam aset manajemen.

Gambar 4.3 menggambarkan fungsi lifecycle asset management. Setiap fungsi dijelaskan secara lebih detail di bawah ini :
 
 Asset Planning (Perencanaan Aset) meliputi konfirmasi tentang pelayanan yang dibutuhkan oleh pelanggan dan memastikan bahwa aset yang diajukan merupakan solusi yang paling efektif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
 
  Asset Creation/Acquistion (Pengadaan Aset) merupakan pengadaan atau peningkatan dari aset dimana pembiayaan dapat menjadi alasan yang diharapkan untuk menyediakan keuntungan diluar tahun pembiayaan. Sebuah pendekatan management yang berharga dapat diadopsi untuk menghasilkan solusi yang paling ekonmis dan kreatif. 

 Financial Mangement (Manajemen keuangan) membutuhkan pengetahuan yang berhubungan dengan kepemilikan aset, termasuk pengadaan/skuisisi, operasi, maintenance, rehabilitasi, pemabaruan, depresiasi dan pembuangan dan pengambilan keputusan yang mendukung kefektifan biaya yang dikeluarkan.

Asset Operation and Maintenance (Perawatan dan pengoperasian aset) mempunyai fungsi yang berhubungan dengan kerja dan pengendalian aset dari hari ke hari dan biaya yang berhunbungan dengannya yang merupakan komponen penting dalam aset yang dinamis atau berumur pendek.

Asset Condition and performance (Kondisi dan kinerja aset) dimana kinerja aset berhubungan dengan pada kemampuan dari aset untuk memenuhi target dari level layanan dan kondisi aset mencerminkan kondisi fisik dari aset. Memonitor kondisi dan kinerja aset adalah hal penting untuk mengetahui aset yang mempunyai kinerja kurang bagus atau yang sudah hampir gagal bekerja.
 
Asset Rehabilitation/Repalcement (Rehabilitasi/Penggantian Aset) adalah upgrade atau penggantian yang cukup signifikan dari sebuah aset atau komponen aset untuk mengembalikan aset kepada kondisi dan kinerja yang dibutuhkan. Manajer aset harus mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi solusi jangka panjang yang optimum melalui proses pengambilan keputusan yang formal.
 
Asset Disposal/Rasionalisation (Pembuangan/Rasionalisasi Aset) adalah pilihan ketika sebuah aset tidak diperlukan lagi, menjadi tidak ekonomis untuk di rawat atau direhabilitasi. Ini menyediakan kesempatan untuk mereview konfigurasi, tipe dan lokasi dari aset dan proses layanan yang dihasilkan yang relevan dengan aktivitas.

Asset Management Review (Review Manajemen Aset) melibatkan regulasi internal dan audit independen untuk meyakinkan siklus peningkatan aset manajemen yang kontinyu dan untuk mencapai atau memelihara praktek terbaik bagi perusahaan.

Asset Management Planning pada awalnya dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan perencanaan dan laporan finansial. Ini mengacu pada pendekatan awal kepada Asset Management dan menyediakanoutput manajemen teknis yang mendasar seperti statement mengenai level layanan yang ada sekarang ini, program penggantian ke depan dan proyeksi cashflow.

Untuk Asset Management tahap lanjut lebih mendekati kepada mencari cara untuk mengoptimalkan aktifitas dan program untuk memenuhi standar level pelayanan melalui pengembangan taktik manajemen berdasar pada pengumpulan dan analisa informasi kunci mengenai kondisi aset, kinerja, biaya masa pakai, biaya resiko dan pilihan perawatan.

Menyeleksi level manajemen aset yang cocok untuk sebuah organisasi akan tergantung pada beberapa factor, meliputi :
 Belanja dan keuntungan perusahaan
 Kebutuhan pihak regulator
 Ukuran, kondisi dan kompleksitas dari aset
 Resiko yang berhubungan dengan kegagalan
 Keterampilan dan sumber daya yang tersedia di perusahaan
 Harapan dai para pelanggan

Lanjutan  dari Landasan Teori Aset Manajemen 

Proses Prencanaan
Ruang lingkup aktifitas dari Asset Management semakin luas dari mengidentifikasi harapan dari pelanggan kemudian ditambah dengan operasi tiap hari pada fasilitas untuk mencapai level layanan yang dibutuhkan. Proses yang menghubungkan antara keinginan konsumen dan aktivitas yang optimum untuk bisnis melalui proses prencanaan aset manajemen secara taktis dapat dilihat pada gambar 4.1

(lebih…)

PENGENALAN

Kenapa Manajemen Aset Infrastruktur

Semua ekonomi modern didasarkan pada luasnya infrastruktur jalan dan sistem transportasi lainnya, penyediaan air, penanganan sampah, energi, telekomunikasi, tempat rekreasi dan property. Infrastruktur dari sebuah negara mendukung kehidupan modern dan merupakan karunia sampai salah satu gagal berfungsi atau level layanan yang tidak sesuai yang diharapkan.
Infrastruktur menggambarkan investasi yang sangat besar selama berpuluh-puluh tahun atau bahkan lebih. Hal ini menjadi dasar untuk mengaplikasikan keterampilan manajemen untuk myakinkan semua bahwa hal ini akan menyediakan pelyanan ekonomi secara berkelanjutan.
Tapi ada alasan-alasan mendesak untuk membuat yakin bahwa cara yang terbaiklah yang digunakan untuk infrastruktur nasional kita, antara lain :

(lebih…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.